Beranda

SI PAMAN TAMBUN SEDANG DIET SAAT INI.

Tinggalkan komentar

Seekor kera liar yang kegemukan akibat terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji dan minuman soda di Bangkok, Thailand, telah dikarantina. Kera itu kini ditempatkan di kandang khusus dengan sajian menu makanan diet, seperti protein tanpa lemak, buah-buahan, dan sayur. Kera tersebut, yang diberi nama Si Paman Tambun oleh warga setempat, ditemukan petugas pemeliharaan satwa liar setelah foto-foto kera tersebut beredar di media sosial, bulan lalu.

Kera-kera liar bebas berkeliaran di sejumlah tempat di Thailand, memancing para turis untuk memberi makanan dan bermain dengan mereka. Kebanyakan kera-kera itu memiliki berat badan 9 kilogram. Namun, Si Paman Tambun berbobot badan sekitar 20 kilogram.

Lagi

Iklan

OLAHRAGA SAJA TAK CUKUP UNTUK JAGA BERAT BADAN.

Tinggalkan komentar

Olahraga saja, tanpa menjaga makan, tak cukup untuk menjaga atau menurunkan berat badan. Bahkan, dalam periode dua tahun, mereka yang banyak berolahraga saja, penurunan berat badannya lebih kecil dibandingkan orang yang olahraganya kurang, tetapi disertai pengaturan makan. Kesimpulan studi yang dipimpin Lara Dugas dari Sekolah Kedokteran Strich Universitas Loyola Chicago, AS, itu membantah studi lain bahwa epidemi obesitas di AS saat ini dipicu kurangnya aktivitas fisik.

Lagi

BERSEPEDA TEKAN RISIKO SAKIT JANTUNG DAN KANKER.

Tinggalkan komentar

Studi terhadap 250.000 komuter di Inggris selama lima tahun menunjukkan, bersepeda ke tempat kerja menekan risiko kanker dan sakit jantung. Selama studi, 2.430 orang meninggal, 3.748 didiagnosis kena kanker dan 1.110 menderita gangguan jantung. Mereka yang bersepeda secara teratur, risiko kematiannya turun hingga 41 persen, risiko kanker turun 45 persen, dan risiko penyakit jantung turun sampai 46 persen.

Mereka yang bersepeda rata-rata menempuh 48 kilometer per minggu. Makin jauh jaraknya, kian besar manfaatnya. Manfaat serupa dirasakan mereka yang mengombinasikan bersepeda dengan angkutan umum.

Lagi

GARCINIA CAMBOGIA PICU PERASAAN TAK NORMAL.

1 Komentar

Suplemen pengurang berat badan mengandung ekstrak asam malabar Garcinia cambogia banyak dikonsumsi. Namun, suplemen itu diduga berefek samping psikologis, memicu manik atau mania, yaitu perasaan tak normal ditandai munculnya alergi, agitasi, dan kegemberiaan berlebih. Gejala manik tak ingin tidur, mudah marah,  boros belanja, dan berbicara cepat.

Manik salah satu gejala bipolar, biasanya muncul setelah depresi berat dan bisa mendorong perilaku membahayakan. Dugaan efek samping dipublikasikan di jurnal The Primary Care Companion for CNS Disorders dari tiga kasus.

Lagi

PEMBESARAN KAKI SAAT HAMIL BERSIFAT PERMANEN.

Tinggalkan komentar

Pembesaran kaki pada ibu hamil ternyata permanen. Itu hasil pengukuran panjang kaki dan besar lengkungan telapak kaki 49 wanita selama hamil dan lima bulan sesudah melahirkan. Penelitian yang dipublikasikan pada American Journal of Physical Medicine and Rehabilitation itu menunjukkan, 60 – 70 persen besar lengkungan kaki responden berkurang, tetapi panjang kaki bertambah 2 – 10 milimeter selama periode penelitian.

Lagi

SEHAT BUGAR JELANG PUASA BERKAT OLAHRAGA LARI.

Tinggalkan komentar

Tubuh yang sehat dan bugar memang tak bisa didapatkan dengan cara instan. Perlu usaha yang rutin dilakukan setiap orang yang ingin hidup sehat, salah satunya rajin berolahraga setiap hari. Olahraga tak perlu mahal sarananya, yang murah pun ada dan tersedia di sekitar kita.

Salah satu sarana olahraga adalah tempat, misalnya di lapangan berumput, jalan raya, taman, lintasan jalan setapak di areal perbukitan dan banyak tempat lain yang bisa dijadikan tempat melakukan olahraga. Salah satu fasilitas umum yang bisa kita jadikan tempat olahraga adalah jalanan di areal perumahan atau di trotoar yang mengelilingi lapangan sepakbola. Nah olahraga yang sekiranya cocok dengan sarana itu adalah lari atau jalan  cepat.

Lagi

KELEBIHAN BERAT BADAN KURANGI RISIKO DEMENSIA.

Tinggalkan komentar

Tubuh kurus atau berat badan kurang pada usia paruh baya ternyata berdampak buruk pada kesehatan otak. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal The Lancer Diabetes and Endocrinology, Jumat ( 10/4 ), mereka yang kekurangan berat badan di usia lebih dari 40 tahun rentan menderita demensia atau pikun lebih tinggi 34 persen pada 15 tahun berikutnya. Ini dibandingkan dengan yang berat badannya normal atau bahkan kegemukan.

Lagi

Older Entries