Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal Glasiologi ( Journal of Glaciology ), Senin ( 8/8 ), menyebutkan tsunami yang dipicu oleh gempa tektonik berkekuatan 9 magnitudo di perairan Jepang pada 11 Maret menghancurkan bongkahan gletser di Antartika. Padahal jarak antara pusat tsunami dan Antartika mencapai 13.600 kilometer.

Pecahnya gletser di daerah Sulzberger, Antartika, itu terdeteksi melalui satelit yang mengamati wilayah pesisir Antartika. Pengamatan dilakukan oleh Kelly Briunt, ahli kriosfer ( lapisan es bumi ) dari Pusat Penerbangan Antartika Goddard di Greenbelt, Maryland, AS. Pecahnya gletser terjadi 18 jam sejak gempa atau sesaat sesudah gelombang tsunami menghantam wilayah Antartika.

Sumber : LiveScience/ MZW.