Beranda

KERJA KERAS PETAMBANG BELERANG KAWAH IJEN.

2 Komentar

Waktu telah menunjukkan  pukul 02.00 dini hari. Serombongan petambang menuju Kawah Ijen dari Pal Tuding, Banyuwangi, Jawa Timur, Juli 2013 lalu. Saat itu hawa dingin Gunung Ijen sudah menyergap para petambang yang berjalan pelan menaiki punggung Gunung Ijen. Tentu saja hawa dingin bercampur suasana gelap sudah akrab dijalani para petambang, karena lokasi inilah sebagai satu-satunya mereka mencari nafkah dengan menambang belerang dari dasar Kawah Gunung Ijen.

Dengan tekad kuat berbekal sarung yang dibalutkan ke muka ala ninja Jepang dan mengenakan jaket seadanya, mereka mulai melangkah dari pos peristirahatan Pal Tuding. Kaki para petambang melangkah pelan menaiki punggung gunung menuju pos Pal Bunder yang berjarak sekitar 2 kilometer. Di pos Pal Bunder yang menjadi pos pemberhentian kedua menuju Kawah Ijen, para petambang  melepaskan lelah sejenak sebelum mulai mendaki lagi menuju bibir Kawah Ijen.

Lagi

KAWAH IJEN STATUS WASPADA.

7 Komentar

Aktivitas vulkanik Gunung Ijen di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur terus meningkat sejak statusnya ditingkatkan menjadi waspada pada 15 Desember. Sabtu ( 17/12 ) siang, warna air di kawah sudah berubah dari hijau menjadi putih dan berbuih. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Ijen Bambang Heri Purwanto, yang ditemui seusai memeriksa kawah Ijen, Sabtu mengatakan, kondisi di kawah Ijen jauh berubah dibandingkan dengan hasil pengamatan pada 14 Desember.

” Saat itu warna air di kawah masih hijau, tetapi hari ini ( Sabtu ) warna airnya berubah menjadi putih berbuih dan banyak gelembung air yang merata di permukaan air. Ada juga suara gemericik air yang terdengar jelas, ” kata Bambang.  Selain perubahan warna, kandungan gas berbahaya juga dirasakan meningkat. Saat berdiri di dekat kawah, menurut Bambang dirinya tiba-tiba merasa pusing sehingga segera naik ke lokasi yang lebih tinggi.

Lagi

LIPUTAN KAWAH IJEN.

5 Komentar



Begitu menerima tugas untuk membuat film dokumenter Kawah Ijen di Bondowoso Jawa Timur, sehat dengan reiki lalu mengumpulkan bahan liputan dan menyiapkan shooting script sebagai acuan pengambilan gambar di lokasi shooting. Sebelaum berangkat ke lokasi liputan, saya melakukan study kepustakaan bersama Mas Tuteng ( alm ) yang bertindak sebagai Pengarah Acara. Selesai tugas ini saya mempersiapkan naskah liputan. Mas Suwito selaku Penata suara mempersiapkan Tape Recorder Sonny Portable sebagai pengganti Nagra untuk merekam suara berikut pita 1/4 inchi sedangkan Mas Alfian sendiri sebagai Juru Kamera mempersiapkan Kamera Film 16 mm Arri SP. Adapun materi film yang digunakan Fuji dan Kodak ukuran 400 feet dan 100 feet.

Persiapan ini memang ribet sekali mengingat lokasi liputan berada di Pegunungan Ijen dan untuk mencapai ke lokasi memerlukan tim kerja yang tangguh sehingga perbekalan yang dibutuhkan sejak di Jakarta hingga Banyuwangi harus cukup mendukung kelancaraan liputan nantinya. Sementara Mas Hasyim Abubakar yang bertindak sebagai Penata lampu menyiapkan seperangkat lampu beserta bateray dan chargernya. Menunggu SPO ( Surat Perintah Operasional ) keluar, saya memperbaiki shooting script dan menyusun rund down liputan.

Lagi