Beranda

KUCING NAKAL MASUK TELEVISI.

1 Komentar

Begitu senangnya rasa ini jika suatu saat bisa masuk televisi dengan mudah. Maksudnya bukan masuk pesawat televisi yang ukurannya kecil, sedang atau besar, akan tetapi masuk televisi yang diwakili gambar orangnya. Karena setiap orang yang masuk televisi tidak gampang, maka setiap orang ingin rasanya mencicipi bagaimana rasanya masuk televisi sekali pun gambarnya sekelebet saja munculnya.

Untuk itulah setiap kali Mas Tukul membanyol dalam lawakan di bukan empat matanya, saat menyapa penonton yang hadir di studio agar memanfaatkan momen penting agar bisa nampang gambarnya di televisi. Ia menyarankan agar menatap kamera yang sedang menyala merah yang artinya kamera itu sedang on air memilih objek yang disorotnya. Saat kamera yang menyala merah menyorot objek, maka saat itulah gambar yang disorot kamera akan on-air ke rumah atau terekam gambarnya.

Lagi

RENUNGAN HIDUP SEHAT DENGAN REIKI DI HARI JUMAT.

Tinggalkan komentar

Apabila kita renungkan secara pikiran jernih tentunya manusia ingin hidup bahagia. Tidak salah pilihan ini dan memang benar adanya. Segala cara kita tempuh untuk dapat hidup bahagia di antaranya meningkatkan status sosial dalam hidup bermasyarakat, peningkatan karier dan bekerja keras untuk mendapatkan impian itu. Dengan bekerja keras mendapatkan imbalan dari usaha yang ia jalankan maka hidup akan terasa mudah dan nyaman.

Namun sebaliknya dibalik ujian kesenangan duniawi ini ada pula ujian duniawi yang selalu berjalan pararel dengan kesenangan hidup duniawi tadi. Misalnya kekurangan uang, tidak lulus ujian,tidak memperoleh promosi jabatan yang sudah lama ia idamkan dan tentu saja ujian kematian salah satu anggota keluarga kita. Semua ujian ini adalah untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan keyakinan yang kita anut. Apakah kita cukup sabar dalam ujian kemalangan dan kesenangan ataukah menjauhi ujian itu dengan cara kita sendiri.

Lagi

TERTAWA UNTUK SEHAT.

2 Komentar

Tertawalah sepuas-puasnya di republik Indonesia tercinta ini sebelum tertawa itu nanti dilarang entah karena apa. Karena dengan tertawa berarti kita masih sehat. Bisa mentertawakan orang lain yang membanyol tentu saja kita bisa pula mentertawakan diri sendiri karena ada yang kurang dalam  hidup ini. Prolog postingan ini mengingatkan saya pada kredit title penutup film Warkop yang sering kita lihat di layar bioskop sekitar tahun 1977. Intinya tertawa itu milik setiap orang dan dalam hidup ini keharusan tertawa itu perlu. Bahkan sangat perlu karena dengan tertawa maka penyakit dalam tubuh akan disembuhkan.

Tertawa memiliki manfaat kesehatan yang nyata. Setidaknya itu menurut penelitian dari Universitas Leeeds, Inggris sebagaimana dilansir Kompas, menyatakan perawatan yang baik dalam tubuh dan sesekali tertawa merupakan cara penyembuhan yang lebih baik dibandingkan teknologi kesehatan terbaru. Pernyataan itu dimuat dalam British Medical Journal dengan contoh penyembuhan borok di kaki lewat terapi tertawa sehat.

Lagi