Meski jumlah karbon dioksida di atmosfer terus meningkat sejak 1999, kenaikan suhu global justru melambat dari 0,12 derajat celcius per dekade pada 1998-2012. Teori hilangnya panas di lautan dianggap paling memungkinkan menjelaskan kondisi itu, yaitu naiknya air dingin dari laut dalam ke permukaan dan sebaliknya turunnya air hangat dari permukaan ke laut dalam. JIka semula kondisi itu diperkirakan terjadi di Samudra Pasifik, studi terbaru Ka-kit Tung dari Universitas Washington, AS dan tim menyebutkan hal itu terjadi di Samudra Atlantik dan Antartika, bukan Pasifik.

Lagi