Beranda

MALAS BERGERAK PICU KEMATIAN DINI.

Tinggalkan komentar

Gaya hidup kurang beraktivitas fisik atau malas bergerak selama dua dekade terkait risiko dua kali lebih tinggi mengalami kematian dini dibandingkan mereka yang aktif bergerak. Demikian hasil studi HUNT dipaparkan, Sabtu ( 31/8/2019 ), dalam Konggres ESC 2019 berbarengan Konggres Internasional Kardiologi. Penulis studi, Dr Trine Moholdt dari Norwegian University of Science and Technology, menyatakan, ” Temuan ini menunjukkan, untuk melindungi dari semua penyebab kematian dini dan kardiovaskular, Anda perlu beraktivitas fisik. ”

Lagi

PELIHARA ANJING BAIK BAGI KESEHATAN JANTUNG.

Tinggalkan komentar

Memelihara anjing ternyata bermanfaat bagi kesehatan. Para pemilik anjing memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak memelihara hewan itu. Sebab, punya anjing mendorong aktivitas fisik.

Lagi

CEGAH OBESITAS DENGAN TUMPENG GIZI SEIMBANG.

Tinggalkan komentar

Indonesia menjadi negara nomor 10 di dunia dengan tingkat obestitas yang tinggi. Berdasarkan data Indonesia Bergizi dan Yayasan JAPFA, 40 juta orang di Indonesia menderita obesitas. Hal itu dipicu kurangnya perhatian masyarakat akan keseimbangan gizi.

Lagi

OLAHRAGA SAJA TAK CUKUP UNTUK JAGA BERAT BADAN.

Tinggalkan komentar

Olahraga saja, tanpa menjaga makan, tak cukup untuk menjaga atau menurunkan berat badan. Bahkan, dalam periode dua tahun, mereka yang banyak berolahraga saja, penurunan berat badannya lebih kecil dibandingkan orang yang olahraganya kurang, tetapi disertai pengaturan makan. Kesimpulan studi yang dipimpin Lara Dugas dari Sekolah Kedokteran Strich Universitas Loyola Chicago, AS, itu membantah studi lain bahwa epidemi obesitas di AS saat ini dipicu kurangnya aktivitas fisik.

Lagi

DUDUK SEHARIAN BISA MEMPERCEPAT PENUAAN.

2 Komentar

Hati-hati jika Anda sehari-hari lebih banyak duduk saat bekerja. Studi terbaru menyebutkat, perempuan berusia 60-an tahun yang duduk lebih dari 10 jam per hari dengan aktivitas fisik minim akan menyebabkan sel-sel tubuhnya menua delapan tahun lebih cepat. Riset itu dilakukan para peneliti dari University of California San Diego School of Medicine, Amerika Serikat.

Hasil studi dipublikasikan di American Journal of Epidemiology pada 18 Januari 2017. ” Penelitian kami menemukan sel-sel yang menua lebih cepat dipengaruhi gaya hidup yang kurang bergerak. Usia seseorang tak selalu cocok dengan penuaan biologis, ” kata Aladdin Shadyab, ketua tim peneliti.

Lagi

POLUSI, AKTIVITAS FISIK DI KOTA TETAP BERMANFAAT.

Tinggalkan komentar

Aktivitas fisik di kota kerap menimbulkan kekhawatiran terpapar polusi udara. Di Inggris, misalnya, polusi udara berkontribusi pada 40.000 kematian dini. Miturut Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO, tingkat polusi udar rata-rata di kota 22 mikrogram per meter kubik.

Lagi

BERAKTIVITAS TERKAIT UMUR PANJANG.

Tinggalkan komentar

Penelitian terbaru dari Universitas Cambridge menunjukkan, pada orang Eropa, aktivitas fisik yang minim meningkatkan risiko kematian dua kali lebih tinggi daripada kegemukan. Minimnya aktivitas fisik terkait dengan 676.000 kematian per tahun. Sedangkan kegemukan terkait 337.000 kematian per tahun.

Hasil itu didapat setelah melakukan penelitian selama 12 tahun pada lebih dari 300.000 partisipan. Peneliti memantau tingkat aktivitas fisik, lingkar pinggang, dan merekam setiap data kematian mereka. ” Risiko terbesar dari kematian di usia awal adalah minimnya aktivitas fisik, ” kata Prof Ulf Ekelund, salah seorang peneliti, Kamis ( 15/1 ).

Lagi

Older Entries