Masih ingat cerita soal ayam jago di Perancis bernama Maurice yang digugat di pengadilan gara-gara kokokannya dianggap biang berisik dan mengganggu suasana pagi hari di Pulau Oleron, Perancis barat? Cerita itu dimuat di rubik ini, 7 September 2019. Waktu itu diceritakan, Maurice memenangi gugatan di pengadilan setempat.

Kasusnya memantik gerakan petisi ” Save Maurice ” seantero Perancis. Kasus Maurice dianggap sebagai simbol ketegangan di antara budaya tradisional perdesaan dan budaya perkotaan di Perancis. Setelah sembilan bulan Maurice menikmati kebebasan berkokok pada pagi hari, muncul kabar duka, Kamis ( 18/6/2020 ).

Corinne Fesseau mengatakan ayam jantannya harus dapat ‘mengekspresikan dirinya sendiri’ secara bebas dengan berkokok di pagi hari saat mentari baru terbit di ufuk timur perdesaan Pulau Oreon, Perancis barat. ( Foto: Reuters )

” Kami mendapatinya mati di bawah kurungan. Kami sudah berusaha melakukan apa saja yang bisa kami lakukan ( untuk menyelamatkan nyawanya ), ” kata Corinne Fesseau, pemilik Maurice. Maurice ( 6 ) mati karena infeksi pernapasan pada ayam ( coryza ) di tengah karantina wilayah terkait pandemi korona.

Fesseau mengatakan, Maurice sebenarnya mati awal Mei lalu. Namun, Fesseau menunggu waktu untuk mengumumkan kematian Maurice gara-gara krisis kesehatan saat ini. ” Covid-19 lebih penting daripada ayam jago saya, ” ujarnya.

” Maurice adalah simbol kehidupan perdesaan dan pahlawan. ” Fesseau menguburkan Maurice di taman rumahnya.

AFP / SAM.