Andai kata singa di kelompok sirkus di Vironvay, Perancis barat, ini bisa ngomong, ia tentu akan curhat soal banyaknya penderitaan yang dialaminya. Ia kini bisa sedikit bernapas lega setelah dibebaskan polisi dari belenggu kelompok sirkus itu berkat laporan organisasi pembela hak binatang. Menurut keterangan prefektur wilayah Eure, singa itu dibebaskan dari kelompok sirku yang hanya punya izin memiliki empat singa.

Saat dibebaskan, kondisi singa tersebut mengenaskan. Tubuhnya kurus. Tonga Terre d’Accueil, tempat penampungan binatang binatang yang kini memeliharanya, menyebutkan berat badannya hanya 116 kilogram, separuh dari berat badan singa sehat di usia 10-15 tahun.

Rekaman video yang diperoleh kantor berita Reuters memperlihatkan singa itu kesulitan bergerak di kandang tempat penampungannya saat itu. Tulang-tulang iganya terlihat begitu mencolok. Di bagian ekor, terlihat sobekan luka yang dalam.

Seekor singa yang dikaryakan dalam sirkus Vironvay, hampir tidak bisa bergerak di kandangnya yang sempit, terlihat begitu mengenaskan kondisinya. Terlihat tulang rusuk menonjok saking kurusnya. Ada luka yang dalam pada ekornya. Kredit Foto : Ritzau News Agency.

Hewan ini sangat menderita, kata Muriel Arnal dari kelompok pembela binatang One Voice kepada Reuters. Cakar singa ditarik keluar dan giginya diampelas. Ini lebih buruk daripada singa dari kebun binatang di zona perang. Saking kurusnya Singa Jon memiliki berat sekitar setengah dari normalnya, ketika dibebaskan dari sirkus di Vironvay, Perancis. Kredit Foto : Ritzau News Agency.

Muriel Arnal menjelaskan bahwa singa, bernama Jon, tidak pernah meninggalkan metalbur kecil, karena tidak digunakan dalam sirkus, tetapi hanya digunakan untuk reproduksi. Singa Jon sekarang dikeluarkan dari sirkus. Ketika dirawat luka-lukanya sudah sembuh, menunggu waktu untuk dipindahkan ke tempat penangkaran baru di Afrika Selatan. Saat ini ada lima singa di sirkus Perancis, Sedang empat singa lainnya tetap di sirkus Vironvay. Kredit Foto : Ritzau News Agency.

” Cakarnya telah dicabut, giginya sudah dipotong dan diratakan pada gusinya. Hewan ini sangat menderita. Kondisinya lebih buruk daripada singa-singa di kebun binatang di zona-zona perang, ” kata Muriel Arnal, pembela hak binatang di organisasi One Voice.

Ia mengaku berulang kali melaporkan kasus singa itu ke aparat, tetapi jarang ditanggapi. ” Perancis adalah salah satu dari beberapa negara di Eropa yang tidak melarang penggunaan hewan liar dalam sirkus, ” ujar Arnal.

Reuters / SAM.