Mungkin pandemi Covid-19 ” telah menyingkap ” gambaran tentang realitas di masa depan, atau setidaknya memantik ide-ide kreatif. Di Jepang, para siswa yang tidak dapat hadir dalam wisuda di musim semi tetap dapat mengikuti upacara kelulusan dan menerima ijazah karena ada pemeran pengganti, yaitu robot Newme. Sebagaimana diberitakan Reuters, Selasa ( 7/4/2020 ), robot itu dikendalikan dari rumah dengan menggunakan laptop.

Penggunaan robot dalam upacara kelulusan di Businness Breakthrough University, Tokyo, itu dilakukan untuk menerapkan kebijakan pembatasan fisik setelah merebaknya Covid-19. Newme yang berwajah tablet, yang menampilkan wajah setiap wisudawan, mewakili wisudawan yang hadir dari jarak jauh. Dan, seperti umumnya wisudawan, Newme yang dikembangkan ANA Holdings itu juga mengenakan topi dan toga.

Robot “newme” yang digunakan dalam upacara tersebut memiliki tampilan yang menunjukkan wajah para lulusan yang mengendalikan mereka dan lengan mekanik yang memungkinkan mereka untuk menerima sertifikat kelulusan mereka.

Upacara wisuda diadakan pada 28 Maret di Hotel Grand Palace di Chiyoda, Tokyo.

Karena para lulusan tidak dapat menghadiri upacara secara langsung karena pandemi coronavirus, mereka beralih ke teknologi untuk membantu menyelesaikan masalah, yaitu cukup memantau jalannya wisuda di rumah masing-masing. Sebagai gantinya para wisudawan diwakili robot Newme.

Tampaknya tepat bahwa Jepang akan menjadi salah satu negara terkemuka dalam memerangi virus corona baru atau setidaknya mengelola krisis sebaik kemampuan manusia dan memungkinkan orang untuk menjalani kehidupan mereka secara normal. Dalam keadaan seperti itu Jepang dikenal di seluruh dunia sebagai negara yang mampu mengatasi manajemen krisis dengan cepat.  

Petugas yang berpartisipasi dalam upacara wisuda online melalui Zoom secara langsung berfoto bersama selepas acara wisuda selesai. Warga netizen dapat mengirim komentar jalannya upacara secara langsung, setelah diploma diberikan Rektor ke robot Newme.

Satu per satu robot-robot itu menuju podiom untuk menerima diploma mereka, yang diletakkan Rektor Kenichi Ohmae di atas rak yang dipasang di bagian tengah robot. Seorang penerima gelar master, Kazuki Tamura, menilainya sebagai pengalaman unik, yaitu menerima ijazah di area publik saat dirinya berada di ruang privat.

Reuters / JOS.