Glaukoma memicu kebutaah. Namun, minimnya akses layanan membuat penangan lamban. Widya Artini Wiyogo menyampaikan hal itu saat dikukuhkan jadi Guru Besar Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Sabtu ( 29/2/2020 ). FKUI juga mengukuhkan Dwiana Ocviyanti sebagai Guru Besar Ilmu Obstetri dan Ginekologi.

Ketika usia semakin bertambah, bersiaplah dengan kemungkinan penyakit mata glaukoma. Penyakit ini harus didiagnosis dan diobati sedini mungkin. Apabila penyakit glaukoma diabaikan, penyakit ini akan terus berkembang dan pengidapnya dapat mengalami kebutaan permanen. Glaukoma disebabkan oleh kerusakan saraf mata akibat tekanan tinggi dalam bola mata.
Foto : Halodoc,

Berdasarkan survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness di 15 provinsi pada 2014-2016, katarak dan glaukoma memicu kebutaan. Menurut riset di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo pada 2015-2017, pasien glaukoma umumnya berobat pada stadium lanjut karena kesulitan finansial dan jenjang rujukan layanan panjang.

” Bedah lebih awal penting, ” katanya.

Sumber : Kilas Iptek / MED.