Bakteri usus mengingkatkan risiko kanker usus. Demikian hasil studi yang dipublikasikan di jurnal Nature. Jenis bakteri itu ialah E-coli dan melepaskan racun yang bisa merusak sel-sel yang melapisi usus dan bisa mengubah sel kanker.

Tim peneliti dari Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat memakai replika miniatur usus manusia yang tumbuh di laboratoriom demi menguji efek racun pada sel. Mereka membandingkan kerusakan dengan 5.000 sampel kanker usus dari pasien dan menemukan pola identik kerusakan DNA pada 5 persen sampel.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Jenis bakteri usus yang umum dapat meningkatkan peluang seseorang terkena kanker usus. Ada sekitar 42.000 kasus baru kanker usus setiap tahun di Inggris. Para ahli tidak tahu berapa banyak kemungkinan penderita terkait dengan strain E. coli yang membuat toksin colibactin. Foto : Getty Images .

Salah satu peneliti, Prof Hans Clevers, dari Hubrecht Institute di Belanda, Jumat ( 27/2/2020 ), menyakatan, ” Ini pertama kali kami melihat pola kerusakan DNA pada kanker usus akibat bakteri di tubuh. ”

Sumber : Kilas Iptek / BBC / EVY.