Diet Mediterania menyehatkan dan memperpanjang usia. Diet Mediterania terdiri dari biji-bijian dan kacang-kacangan yang diproses minimal, minyak zaitun, sayur dan buah, ikan, sedikit susu, amat sedikit daging merah, dan sedikit anggur merah. Riset yang dipimpin Douglas Mashek, Guru Besar Departemen Kedokteran dan Biokimia, Biologi Molekuler, dan Biofisika Universitas Minnesota, Amerika Serikat ini menemukan, minyak zaitun bisa mencegah penyakit terkait penuaan.

Dua penelitian terbaru mengaitkan diet Mediterania dengan penuaan yang sehat.
Para peneliti di University of Minnesota Medical School meneliti pengaruh diet terhadap penuaan dan menemukan bahwa minyak zaitun dalam diet Mediterania mungkin memegang kunci untuk mengurangi penyakit terkait penuaan. Photo : Adobe Stock.

Studi sebelumnya tentang diet menunjukkan bahwa anggur merah merupakan kontributor utama manfaat kesehatan, karena senyawa yang disebut resveratrol, yang mengaktifkan jalur tertentu dalam sel yang dikenal untuk meningkatkan masa hidup dan mencegah penyakit yang berkaitan dengan penuaan. Studi Universitas Minnesota, yang diterbitkan 21 Februari di Molecular Cell, menunjukkan bahwa lemak dalam minyak zaitun, komponen lain dari diet Mediterania, yang sebenarnya mengaktifkan jalur ini. Foto : Mediterranean Food. ( Representational Image ). Wikimedia Commons.

Riset yang didanai Institut Kesehatan Nasional ini dipublikasikan di jurnal Molecular Cell, 20 Februari 2020. Lemak pada minyak zaitun mengaktifkan proses itu.

” Saat lemak terurai ketika berolahraga atau berpuasa, manfaatnya terasa, ” kata Mashek, Sabtu ( 22/2/2020 ).

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / ATK.