Lebih dari 10 juta orang di dunia menderita parkinson, penyakit degeneratif akibat kerusakan otak yang selama ini tidak diketahui penyebabnya. Penelitian terbaru yang dilakukan tim peneliti dari Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, Amerika Serikat, menunjukkan, mereka yang didiagnosis menderita parkinson sebelum usia 50 tahun mungkin dilahirkan dengan sel-sel otak yang tidak teratur.

Para ilmuwan mengatakan mereka telah mengidentifikasi tanda-tanda awal penyakit Parkinson di otak, 15 hingga 20 tahun sebelum gejala muncul. Para ahli mengatakan studi yang lebih besar dan pemindaian yang lebih terjangkau diperlukan terlebih dahulu. Parkinson adalah kondisi neurologis progresif yang mempengaruhi sekitar 145.000 orang di Inggris. Gejala utamanya adalah gemetaran, tremor dan kekakuan tetapi masalah depresi, ingatan dan tidur juga sering terjadi.

Para ahli mengatakan studi yang lebih besar dan pemindaian yang lebih terjangkau diperlukan terlebih dahulu. Para ahli mengatakan studi yang lebih besar dan pemindaian yang lebih terjangkau diperlukan terlebih dahulu. Secara tradisional, penyakit ini diduga terkait dengan bahan kimia yang disebut dopamin, yang kurang dalam otak orang dengan kondisi tersebut.

” Penelitian baru ini memberi harapan, suatu hari nanti kita mungkin dapat mendeteksi dan mengambil tindakan sedini mungkin untuk mencegah penyakit ini, ” kata Michele Tagliati, Direktur Program Gangguan Gerakan, Wakil Ketua Departemen Neurologi di Ceders-Sinai, seperti dikutip Science Daily pada 27 Januari 2020.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / IKA.