Terdengar seperti tak masuk akal, seekor siput mengacaukan jadwal kereta dan menyebabkan keberangkatan 12.000 penumpang tertunda. Namun, faktanya, hal ini terjadi di Jepang. Jadwal keberangkatan puluhan kereta di dua jalur di selatan Jepang yang dioperasikan Kyushu Railway Co – dikenal dengan JR Kyushu – pada 30 Mei lalu kacau gara-gara listrik mati.

Keberangkatan 26 kereta terpaksa dibatalkan dan layanan lainnya terganggu sehingga terjadi kekacauan di negara yang terkenal dengan keteraturan sistem transportasinya itu. Beberapa minggu sesudah peristiwa mati listrik yang menghebohkan itu, JR Kyushu, Minggu ( 23/6/2019 ), menyatakan telah menemukan biang keladi masalah, yaitu seekor siput masuk ke perangkat listrik di dekat rel kereta.

Media lokal mengatakan siput itu telah dibakar hingga mati setelah hubungan arus pendek pada perangkat listrik di jaringan kereta api JR Kyushu. Juru bicara JR Kyushu mengatakan, ” Kami sering mengalami masalah dengan rusa tertabrak kereta tetapi tidak ada masalah. Baru kali ini dengan siput,” katanya. JR Kyushu mengatakan telah memeriksa perangkat serupa di daerah tersebut dan memastikan tidak ada intrusi siput lainnya yang masuk ke perangkat listrik jaringan kereta. Foto : ( Representasi )

Kyushu Railway Co atau JR Kyushu, Jepang, menjadi kacau karena keterlambatan keberangkatan selusin kereta. Menurut operator kereta,kejadian dimulai ketika pemadaman listrik tiba-tiba menghentikan lusinan kereta yang beroperasi. Setelah melakukan pemadaman, akhirnya JR Kyushu berhasil menemukan pelaku yang menyebabkan kekacauan terjadi. Anehnya, pelakunya adalah siput yang sedang berjalan ke perangkat tenaga listrik yang dipasang di dekat rel kereta api. Siput mati begitu tersengat aliran listrik dalam perangkat yang berada di dekat rel.

” Kami melacak kerusakan alat yang menyebabkan listrik padam. Ternyata hal itu disebabkan siput mati, ” kata juru bicara JR Kyushu, Senin lalu. Gangguan akibat siput ini tergolong langka.

” Masalah terjadi, biasanya, saat rusa tertabrak kereta, tetapi dengan dengan siput, ” ungkapnya.

AFP / ADH