Fenomena alam El Nino yang lebih panas dan kering berperan menurunkan populasi serangga kumbang kotoran atau kumbang tinja ( dung beetle ) di hutan hujan Amazon, Amerika Latin. Populasi binatang itu berkurang lebih dari setengahnya selama dua tahun akibat kekeringan dan kebakaran hebat selama El Nino tahun 2015-2016. Penelitian ini dirilis Science Daily, 10 Februari 2020, dengan sumber dari penelitian Lancaster University, Inggris.

Seekor kumbang kotoran mengumpulkan bola kotoran. Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa kekeringan hebat dan kebakaran hutan selama fenomena cuaca El Nino terakhir,  dikombinasikan dengan gangguan manusia , telah memusnahkan lebih dari setengah populasi kumbang kotoran. ( Foto Kredit : ranplett / iStock / Getty Images )

Penelitian berjudul ” Kontribusi El Nino pada Kehancuran Serangga di Amazon ” itu disebut menjadi penelitian pertama yang mengungkap dampak kekeringan pada fauna di hutan itu. Kumbang kotoran, yang menebar nutrisi dan biji-bijian, menjadi indikator penting untuk mengukur kesehatan ekosistem.

Sumber : Kilas Iptek / ( * / ICH )