Nyamuk memiliki kemampuan amat tinggi dalam beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan, termasuk kekebalan terhadap insektisida. Kini para peneliti berhasil mengidentifikasi mekanisme yang membuat nyamuk penular malaria menjadi kebal terhadap insektisida. Spesies nyamuk Anopheles ini mampu mendeteksi racun melalui kakinya.

Hasil kajian Victoria A Ingham dan tim dari Vector Biology, Liverpool School of Tropical Medicene, Inggris, ini dipublikasikan di jurnal Nature, 25 Desember 2019. Awalnya para peneliti mempelajari perilaku Anopheles gambiae dan Anopheles coluzzii, dua vektor malaria utama di Afrika Barat. Mereka menemukan populasi nyamuk yang resisten insektisida memiliki protein SAP2 di kakinya.

Peningkatan resistensi insektisida di populasi nyamuk telah menyebabkan pengenalan kelambu berinsektisida baru yang mengandung sinergis piperonyl butoxide (PBO) serta insektisida piretroid. Sinergis menargetkan salah satu mekanisme resistensi paling luas dan sebelumnya paling kuat yang disebabkan oleh sitokrom P450s. Namun, nyamuk terus mengembangkan mekanisme resistensi baru dan penemuan mekanisme resistensi baru ini memberikan peluang bagus untuk mengidentifikasi sinergis tambahan yang dapat digunakan untuk mengembalikan kerentanan. Source : Science News

” Kami menemukan mekanisme resistensi insektisida yang baru dan menyebabkan kelambu berpestisida kehilangan keampuhannya, ” kata Victoria Ingham, dalam rilis.

Sumber : Kilas Iptek / AIK.