Sebanyak 23,3 persen anak muda di berbagai negara bergantung pada gawai sehingga berperilaku seperti kecanduan. Saat dijauhkan dari gawai, mereka panik, bingung, dan marah. Ketergantungan tinggi pada gawai meningkatkan risiko stres, depresi, sulit tidur, terganggunya prestasi akademik, dan bunuh diri.

Kesimpulan itu didapat dari studi yang dipublikasikan di jurnal BMC Psychiatry, Jumat ( 29/11/2019 ). Studi itu menganalisis 41 studi pemakaian gawai di sejumlah negara pada 2011-2017.

Anak-anak muda menggunakan perangkat gawai secara berlebihan sebagai hiburan namun tidak tahu risikonya. Kredit: PA

Dr Nicola Kalk dari King’s College London, co-penulis penelitian ini mengatakan: “Sepertinya sebagian besar remaja dan anak muda dari berbagai negara sudah kecanduan menggunakan gawai. Disarankan anak dan remaja lebih berhati-hati dengan gawai karena berakibat buruk pada kesehatan mental.

” Tak diketahui penyebab kecanduan itu gawainya atau aplikasi di gawai, ” kata Nicola Kalk dari King’s College, London, Inggris. Amy Orben dari Universitas Cambridge, Inggris, yang terlibat dalam studi mengingatkan agar berhati-hati mengaitkan pemakaian gawai dan kesehatan mental.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.