Diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat seperti rejimen keto melawan virus influensa. Dalam uji coba tikus, diet melawan virus influensa lebih baik dibandingkan tikus yang mengonsumsi pangan tinggi karbohidrat. Hasil kajian peneliti dari Yale University, Amerika Serikat, itu dipublikasikan di jurnal Science Immunology, Jumat ( 15/11/2019 ).

Penelitian Diet Keto dapat membantu memerangi flu. Sampel penelitian pada tikus yang diberi makan ketogenik selama tujuh hari sebelum infeksi telah meningkatkan kelangsungan hidup relatif terhadap tikus pada diet chow normal. Para ilmuwan menemukan bahwa tikus yang diberi makan makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat lebih mampu melawan virus daripada tikus yang makan makanan tinggi karbohidrat. Foto : iStock

Diet ketogenik, termasuk daging, ikan, dan sayuran non-tepung, mengaktifkan sel T gamma delta yang menghasilkan lendir di lapisan paru dan memerangkap virus. ” Ini tak terduga, ” kata penulis studi, Akiko Iwasaki, profesor immunbiologi dan molekuler, biologi pengembangan dan seluler, serta peneliti dari Institut Kedokteran Howard Hughes.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / EVY.