Paparan cahaya biru berkepanjangan dari telepon seluler, komputer, dan alat rumah tangga bisa memperpendek umur organisme. Riset terbaru menunjukkan, panjang gelombang biru dihasilkan dioda pemancar merusak sel-sel otak dan retina. Kajian oleh para peneliti dari Oregon State University ( OSU ) itu dipublikasikan, Senin ( 21/10/2019 ), di jurnal Aging and Mechanisms of Disease.

Eksperimen itu melibatkan organisme Drosophila melanogaster atau lalat buah demi memahami mekanisme perlakuan pada satwa lain dan manusia. Jaga Giebultowicz peneliti di OSU College of Science yang mempelajari jam biologis, memimpin tim untuk mengetahui cara lalat merespons paparan cahaya LED biru 12 jam per hari. Hasilnya, lalat yang mendapat paparan cahaya biru itu berusia lebih pendek dibanding yang ada dalam kegelapan atau di ruangan dengan cahaya biru disaring.

Giebultowicz, seorang peneliti di OSU College of Science yang mempelajari jam biologis, memimpin kolaborasi penelitian yang meneliti bagaimana lalat merespons paparan 12 jam setiap hari terhadap cahaya LED biru, mirip dengan panjang gelombang biru yang lazim pada perangkat seperti komputer, laptop, ponsel, dan tablet. Hasil penelitian menemukan bahwa cahaya mempercepat penuaan. Ilustrasi bahaya paparan cahaya layar komputer atau laptop ( Shutterstock/ft ) 

Lalat yang terpapar cahaya biru menunjukkan kerusakan sel retina dan neuron otak mereka. ” Fakta ini mengejutkan kami, ” kata Giebultowicz, profesor biologi integratif.

Sumber : Kilas Iptek / AIK.