Ibu muda berusia kurang dari 20 tahun lebih berisiko melahirkan anak hiperaktif. Kajian membuktikan, ada relasi genetik antara sifat-sifat reproduksi perempuan dan gangguan kejiwaan utama. Riset yang dilakukan Guiyan Ni dari University of South Australia dan tim ini diterbitkan di Nature’s Scientific Reports, Kamis ( 24/10/2019 ).

Ada risiko genetik attenttion deficit hyperactivity disorder ( ADHD ) pada anak terkait usia ibu di awal kelahiran pertama, khususnya bagi perempuan usia di bawah 20 tahun. Dengan data genetik dari 220.685 perempuan melalui Biobank Inggris, riset itu meneliti korelasi genetik dan reproduksi perempuan.

Menurut penelitian baru, ibu muda memiliki peluang lebih besar untuk memiliki anak dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), Meneliti hubungan genetik antara sifat-sifat reproduksi wanita dan gangguan kejiwaan utama,  ditemukan bahwa risiko genetik ADHD pada anak-anak sangat terkait dengan usia ibu di awal pada kelahiran pertama, khususnya untuk wanita yang berusia kurang dari 20 tahun.

Peneliti UniSA, Associate Professor Hong Lee, yang terlibat kajian, mengatakan, ” Ibu muda punya tantangan karena jadi orangtua saat belum siap. ”

Sumber : Kilas Iptek / AIK.