Bekas pangkalan kapal selam Jerman di era Perang Dunia II di Marseille, Perancis Selatan, memiliki fungsi signifikan di era modern. Pangkalan ini dulu dibangun dengan dinding beton tebal untuk melindungi kapal-kapal selam dari terjangan bom-bom sekutu. Oleh perusahaan layanan cloud Belanda, Interxion, bangunan yang telah lama ditinggalkan itu akan digunakan untuk menjaga kumpulan server komputer mereka supaya tetap aman dan sejuk.

Interxion akan menginvestasikan dana 140 juta euro untuk mengubah ” Martha Base ” bungker buatan tahun 1943 – awalnya dibuat untuk menampung 20 kapal selam – menjadi pusat data untuk klien mereka. Tahap pertama restorasi ditargetkan rampung pada Maret tahun depan.

Dinding beton tebal dari pangkalan kapal selam Jerman Perang Dunia II yang telah lama ditinggalkan di Marseille, Prancis selatan, siap digunakan untuk tujuan baru menjadi pusat data ( bank server komputer ) agar tetap aman dan sejuk.
Perusahaan layanan cloud Belanda, Interxion berencana untuk menginvestasikan 140 juta euro untuk mengubah bunker “Martha Base” yang dibangun pada tahun 1943 untuk menampung hingga 20 kapal selam akan tetapi tidak pernah selesai, menjadi pusat data untuk klien korporat. Bagian pertama dari restorasi akan selesai pada bulan Maret.

Direktur Pelaksana nterxion Fabrice Coquio terlihat di lokasi pembangunan pusat data MRS3 Interxion, di pangkalan kapal selam Jerman kuno yang dibangun selama Perang Dunia Kedua di Marseille. REUTERS/Jean-Paul Pelissier.

” Bukan tugas kami membangun dari awal. Akan tetapi, ini kesempatan dan Marseille adalah pusat telekomunikasi utama, cloud, dan pusat digital antara Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia,” kata Direktur Interxion Perancis Fabrice Coquio kepada wartawan, Selasa ( 22/10/2019 ), di Paris.

Reuters / JOS.