Tim peneliti dari King’s College London menemukan polusi udara yang tinggi menyebabkan bertambahnya jumlah penderita henti jantung ( cardiac arrest ), stroke, dan serangan asma. Dalam setahun, angka serangan henti jantung meningkat 124, penderita stroke bertambah 231 orang, dan angka anak-anak serta orang dewasa terkena serangan asma bertambah 193. Angka-angka tersebut merupakan hasil penelitian tim itu di sembilan kota di Inggris.

Angka-angka itu diterbitkan menjelang KTT Udara Bersih Internasional ( ICAS ) di London, Rabu ( 23/10/2019 ), dan pertemuan jaringan pemerintah lokal Inggris, UK100, Dr Heather Walton, salah satu peneliti, mengatakan, kebijakan tentang pengurangan polusi udara berkaitan langsung dengan harapan hidup. ” Bagaimanapun studi kesehatan menunjukkan bahwa polusi udara luas kaitannya dengan kesehatan, ” ujarnya seperti dikutip bbc.com, Senin ( 21/10 ).

Polusi udara yang lebih tinggi di Inggris memicu ratusan oranh terkena serangan jantung, stroke, dan serangan asma akut setiap tahun. Penelitian menghitung hari-hari dengan tingkat polusi di atas rata-rata akan melihat dampak bagi penderita penyakit jantung semakin bertambah selama setahun. Foto : Reuters

Penelitian menunjukkan masalah pencemaran udara paling akut di London menimbulkan dampak kesehatan bagi warga khususnya yang menderita asma, jantung, dan stroke. Dr Heather Walton, dari Kelompok Penelitian Lingkungan King’s College London, mengatakan kebijakan pengurangan polusi udara terkonsentrasi pada efek yang terkait dengan usia harapan hidup. Para peneliti mendefinisikan hari-hari polusi tinggi dengan membagi tahun menjadi dua berdasarkan tingkat polusi dan membandingkan jumlah kasus penyakit yang relevan dengan jumlah kasus serupa setiap harinya

Hasil lain dari penelitian ini menunjukkan, penurunan polusi udara hingga 20 persen akan mengurangi kasus kanker paru-paru 5-7 persen.

Sumber : Kilas Iptek / ISW.