Pemerintah kota Baunei di Pulau Sardinia, Italia, meminta para turis untuk tidak menggunakan Google Maps setelah ada 144 telepon darurat yang masuk selama dua tahun terakhir dari pengguna. Para pengemudi dan pejalan kaki tersesat gara-gara menggunakan Google Maps. Media UPI, Selasa ( 15/10/2019 ), melaporkan, Wali Kota Baunei Salvatore Corrias mengatakan, rambu dan petunjuk jalan sedang dibangun di pinggir jalan dengan menggunakan bahasa Inggris dan Italia.

Soalnya, ” Sudah banyak mobil terjebak di jalur yang tidak dapat dilewati, kadang-kadang juga kendaraan offroad. Semua gara-gara mengikuti Google Maps dengan instruksi yang sering menyesatkan, ” kata Corrias kepada CNN. Dia mengatakan, insiden terbaru melibatkan dua wisatawan dengan mobil Porche terjebak di jalan rusak di pegunungan Supramonte. Para wisatawan berusaha menemukan beberapa teluk pasir putih yang terkenal di kawasan itu dan GPS mereka membawa mereka keluar jalur.

Tidak boleh lewat jalan ini. Begitu peringatan yang diberikan Pemerintah kota Baunei. Pihak berwenang telah membuat rambu-rambu yang memberi tahu turis untuk tidak mengemudi di sepanjang jalur gunung.

Banyak pengemudi terjebak di dalam hutan saat menggunakan Google Maps. Masalahnya Google Maps tidak bisa membedakan antara jalan mulus beraspal dan trek jalan kasar berbatu di Pulau Sardinia ini.

Corrias mengatakan, para pejabat telah mengontak Google Maps agar memperbaiki kesalahan dan tak lagi ada turis yang tersesat. Corrias merekomendasikan, turis menggunakan peta kertas sebagai pengganti GPS.

Perwakilan Google Maps mengatakan bahwa Google sedang menyelidiki persoalan itu.

LOK.