Remaja enggan memenuhi permintaan ibu mereka yang diutarakan dengan nada suara mengendalikan atau menekan disertai emosi negatif. Studi eksperimental yang melibatkan lebih dari 1.000 remaja berusia 14-15 tahun ini dipublikasikan di jurnal Develomental Psychology, Kamis ( 26/9/2019 ). Jadi, orangtua sebaiknya memakai nada suara mendukung atau memotivasi saat berbicara dengan anak remaja mereka.

Saat ibu berbicara kepada seorang putra atau putri dengan nada yang menekan juga disertai dengan serangkaian emosi negatif, para remaja cenderung tidak patuh atas permintaan ibu mereka ketika berkata dengan nada suara yang menekan. Studi eksperimental yang melibatkan lebih dari 1000 remaja berusia 14-15 tahun adalah yang pertama untuk memeriksa bagaimana anak merespons nada suara ketika menerima instruksi dari ibu mereka, bahkan ketika kata-kata spesifik yang digunakan persis sama.

” Itu mudah dilupakan orangtua, khususnya saat stres dan lelah, ” kata Dr Netta Weinstein dari Cardiff University, yang memimpin studi itu. Hasil riset itu relevan bagi guru untuk memengaruhi pembelajaran dan kesejahteraanh siswa.

” Remaja lebih bahagia sehingga berusaha lebih keras di sekolah saat orangtua dan guru berbicara dengan nada mendukung, ” katanya.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / EVY.