Perempuan yang kena serangan jantung gagal mengenali gejala penyakit itu dan menerima perawatan lebih buruk daripada pria. Demikian laporan British Heart Foundation. Dalam lebih dari 10 tahun, sekitar 8.000 perempuan di Inggris dan Wales meninggal akibat serangan jantung karena terlambat ditangani.

Para ahli mengatakan, ada ketidaksetaraan diagnosis, perawatan, dan setelah perawatan. Dr Sonya Babu-Narayan, Associate Medical Director British Heart Foundation, Senin ( 30/9/2019 ), mengatakan, ” Serangan jantung kerap dianggap sebagai penyakit pria sehingga perempuan tak menerima standar perawatan sama dengan pria. ”

Seperti halnya pria, gejala serangan jantung wanita yang paling umum adalah nyeri dada (angina) atau ketidaknyamanan. Tetapi perempuan agak lebih mungkin mengalami gejala-gejala umum lainnya daripada laki-laki, terutama sesak napas, mual / muntah, dan sakit punggung atau rahang. Jangan menunggu untuk mendapatkan bantuan jika Anda mengalami salah satu dari tanda-tanda peringatan serangan jantung ini. Beberapa serangan jantung muncul mendadak dan intens. Tetapi kebanyakan mulai perlahan, dengan rasa sakit ringan atau merasa tidak nyaman.

Perempuan juga kerap menunda mencari bantuan medis dan menerima diagnosis salah.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / EVY