Jangan pernah merasa tua selama hayat masih dikandung badan. Tom Rice ( 98 ), parasutis veteran yang terlibat dalam peristiwa pendaratan Normandy tahun 1944, seolah tak pernah bosan dan merasa tua untuk meneruskan aktivitas terjun payungnya. Pada Juni lalu, warga AS itu menimbulkan decak kagum dan sensasi lewat aksi terjun payung di Normandy, Perancis, dalam rangka peringatan 75 tahun pendaratan Normandy. Kamis ( 19/9/2019 ), ia kembali beraksi dengan terjun payung di Groesbeek, sekitar 134 kilometer tenggara Amsterdam, Belanda.

” Woooo ! Ini terjun yang asyik ! “, teriak Rice saat parasutnya terbuka. Aksi terjunnya kali ini merupakan bagian dari peringatan pendaratan pasukan terjun payung tentara Sekutu pada September 1944. Saat  dia terjun, tubuhnya terikat pada penerjun lebih muda yang mengendalikan parasut.

Para penerjun payung melompati kawasan Normandia seperti yang dilakukan tentara AS  dalam rangka memperingati 75 tahun pendaratan tentara AS di Normandia. Penerjun veteran Tom Rice ikut terjun dengan mengikat tubuhnya menempel penerjun muda.

Tom Rice, dari San Diego, bertugas di Divisi Lintas Udara ke-101 Angkatan Darat AS 75 tahun yang lalu ketika ia menjadi bagian dari operasi penerjun payung selama operasi dengan sandi D-Day. Terjun payung saat itu bertujuan untuk mengganggu pasukan Jerman dan membantu invasi amfibi di pantai Normandy.

“Woo hoo!” mantan penerjun payung itu, sekarang berusia 97 tahun, berteriak setelah dia mendarat pada hari Rabu. Lompatan Rice bersama penerjun lain menandai peringatan 75 tahun D-Day.

” Sempurna, ” ujar Rice soal lompatan terjunnya. Pada Perang Dunia Dua, ia anggota Divisi Terjun Payung 101 Pasukan AS.

” Aku ingin terus terjun payung sampai umur 100 tahun, ” katanya. Luar Biasa!

AP / SAM.