Di tengah perdebatan sengit dan alotnya pembahasan Brexit oleh anggota parlemen Inggris, jurnalis senior Perancis, Bernard Pivot, justru mengusulkan agar kata ” Brexit ” diserap menjadi kosakata atau istilah untuk memperkaya literasi Perancis. Pivot mengusulkan agar ” brexit ” dimasukkan dalam kamus sebagai kata benda dengan huruf ” b ” kecil. Kata itu diserap untuk menggambarkan kekacauan yang tidak dapat dipecahkan.

Sebagaimana diberitakan oleh Kantor berita Reuters, Rabu ( 1/9/2019 ), Pivot mengampanyekan idenya itu melalui Twitter dan telah di-tweet ulang sebanyak 2.700 kali hanya dalam waktu enam jam. ” Itu ( ‘ brexit ‘ ) akan menandakan debat hiruk pikuk dan tidak terpecahkan atau pertemuan yang kacau balau, ” tulis Privot, juga menjadi ketua panel penghargaan bergengsi untuk fiksi, Goncourt Prize.

Pewarta senior Perancis Bernard Pivot saat memandu acara program budaya di TV Perancis telah menyarankan untuk menambahkan brexit dengan huruf b yang lebih rendah ke bahasa Prancis. Foto : AFP

Jika diterima, istilah ” brexit ” kemungkinan akan menggantikan ” bordel ” yang diusulkan oleh sejumlah follower Pivot untuk arti yang serupa. Namun, secara harfiah, bordel merujuk pada rumah bordil.

Jika usulan Pivot diterima, orang Perancis yang jengkel akan berseru ” Quel brexit “, bukan ” Quel bordel ! ” Luar biasa, ” kata pengikut Pivot.

” Lebih kasar dan tidak terlalu vulgar. ”

Reuters / JOS.