Tukang pijat di Mesir ini punya cara unik dalam memberikan layanan pijatan bagi kliennya. Untuk mengurangi rasa nyeri otot yang dikeluhkan kliennya, Abdel Rehim Saeid ( 35 ) – nama tukang pijat itu – menggunakan api. Pria yang membuka spa di Delta NIl, Provinsi Gharbeya, ini menyebut teknik pijatan dengan api merupakan teknik kuno pada era raja-raja Mesir jaman dulu.

Teknik itu terkenal dengan sebutan ” handuk berapi “. Cara memijat dengan teknik ini diawali dengan pijaatn standar, menggunakan minyak dan kamomil, untuk merangsang peredaran darah dan menghilangkan nyeri di bagian-bagian tubuh yang terasa sakit. Nah, setelah itulah, masuk tahap yang panas.

Seorang tukang pijat Mesir bermain dengan api untuk menghilangkan rasa sakit otot kliennya di spa Delta Nil di Gharbeya. Saeid menempatkan beberapa lapis handuk dan bahan isolasi lainnya di punggung klien. Kemudian handuk yang direndam dalam alkohol ditempatkan di atas dan dibakar kira-kira satu menit sebelum nyalanya dipadamkan dengan handuk basah. ” Ini disebut pijatan berapi-api,” kata Saeid tertawa menjelaskan soal teknik pijatannya kepada klien.

Sebagai persiapan terapis pijat Abdel Rehim Saeid menyiapkan cangkir terbaut dari tanah liat di Gharbia, Mesir, 4 September 2019. Foto : REUTERS / Mohamed Abd El Ghany

Saeid menempatkan beberapa lembar handuk dan bahan-bahan pemisah lainnya – yang bisa menahan kobaran api – di atas punggung kliennya. Kemudian, sebuah handuk yang telah dibasahi alkohol diletakkan di bagian teratas lapisan handuk di punggung klien dan dibakar!

Api dibiarkan menyala sekitar 1 menit sebelum dipadamkan dengan handuk basah. ” Ini yang disebut pijatan api, ” ujar Saeid, yang mengaku belajar teknik ini dari Maroko dan telah memperoleh sertifikat dari lembaga-lembaga di Mesir. Berani mencoba?

Reuters / SAM.