Seorang pria Australia, Max Sylvester, yang belajar menerbangkan pesawat Cessna untuk pertama kali, berhasil melakukan pendaratan solo yang ” luar biasa ” ketika instrukturnya pingsan di udara, Sabtu ( 31/8/2019 ). Selama terbang hingga mendarat darurat di Badar Udara Jandakot, Perth, istri Max dan tiga anaknya menyaksikan dari bawah. Ketika instrukturnya tiba-tiba tergolek tidak sadarkan diri ke bahu Maz pada ketinggian 1.900 meter, Max yang berusia 30 tahunan itu melakukan panggilan darurat.

” Apakah kamu mengetahui bagaimana menerbangkan pesawat? ” kata pengawas lalu lintas udara dari menara pengawas bandara. ” Ini pelajaran saya pertama, ” ujar Max sambil menambahkan bahwa dirinya belum pernah mendaratkan pesawat.

Max Sylvester (foto) tengah menjalani pelajaran terbang pertamanya di pesawat Cessna yang memuat dua tempat duduk pada hari Sabtu sore ketika instrukturnya Robert Mollard kehilangan kesadaran. Max Sylvester lalu mengirimkan panggilan darurat ke petugas pelatihan kontrol lalu lintas udara, memberi tahu mereka bahwa dia sendirian dan tidak dapat membangunkan Mr Mollard, Foto : ABC

Petugas di menara pengawas pun kemudian mengarahkan Max bagaimana membawa pesawat mendarat mulai dari menyeimbangkan sayap, menjaga ketinggian, lalu dipandu melintasi landasan agar bisa merasakan bagaimana saat-saat mendaratkan pesawat. Sekitar 20 menit kemudian. Max berhasil melakukan pendaratan keras.

” Kamu berhasil, kawan! ” kata seseorang di menara pengawas. Sang instruktur dibawa ke rumah sakit, dan Max pun memperoleh sertifikat terbang solonya dari Air Australia Internasional.

AFP / ADH.