Lebih dari 20.000 orang, Rabu ( 28/8/2019 ), memadati jalan-jalan di kota Bunol, Spanyol timur, untuk merasakan sensasi ” perang tomat “. Dalam bahasa setempat, ajang rutin tahunan yang kini jadi hajatan wisata itu disebut Tomatina. Peserta dikenakan tiket 12 euro ( sekatar Rp 190.000 ).

Panitia menyiapkan 5.000 tiket untuk warga kota Bunol dan 17.000 tiket bagi warga luar. Ajang itu telah digelar 74 tahun, terinspirasi baku lempar makanan oleh anak-anak di daerah-daerah penghasil tomat tahun 1945. Rabu, 145 ton tomat digelontorkan dari enam truk ke tengah kerumunan massa di jalan-jalan kota Bunol.

Seorang lelaki berfoto dengan telepon pintarnya ketika orang-orang yang bersuka ria melemparkan tomat saat festival ‘Tomatina’ di Bunol. Festival tahunan ikonik yang berlangsung pada hari Rabu terakhir bulan Agustus untuk merayakan edisi ke-73nya berlangsungnya perang tomat. Turis asing kagum dengan festival Festifal yang disebut sebagai ” pertarungan makanan tomat terbesar di dunia ” menjadi sajian utama bagi orang asing, khususnya dari Inggris, Jepang dan Amerika Serikat yang melihat langsung jalannya perang tomat. Foto : AFP / Getty Images

Peserta perang tomat bersuka ria saling melempari tomat, selama festival ‘Tomatina’ di Bunol. Foto : AFP / Getty Images

Orang-orang bersuka ria saat dihujani dengan tomat. Mereka berbaring di jalan yang tertutup cairan tomat selama berlangsungnya festival ‘Tomatina’ di Bunol.

Dengan tomat-tomat itu, puluhan ribu orang saling melemparkan tomat di siang bolong. Agar mata tak terkena lemparan, mereka mengenakan kacamata renang. Semua terlihat bersukacita, termasuk yang terkena lemparan tomat malah tertawa-tawa.

” Luar biasa. Benar-benar suka dengan semua yang terjadi. Penuh tawa, ” ujar Abby Tacktee ( 28 ) turis asal Newcastle, Inggris.

AP / SAM.