Wu, turis asal Changsha, Hunan, terpaksa membatalkan kunjungannya ke Shanghai. Sebagaimana dikutip oleh Globaltimes.cn, Morning Herald Changsa, Senin ( 8/7/2019 ), melaporkan, Wu tampaknya takut dengan kebijakan ketat pemilahan sampah yang tengah gencar dikampanyekan oleh otoritas Shanghai. ” Saya tidak menentang kebijakan itu, saya hanya tidak yakin bahwa saya dapat memilah sampah dengan sangat baik, ” kata Wu.

Ia menjadi sangat khawatir setelah melihat tes pemilahan sampah melalui jejaring sosial yang bertanya, ” Apakah teh susu sampah kering atau sampah basah? ” Wu berkata bahwa dia dan keluarganya akan mengunjungi Shanghai setelah mereka tahu tempat sampah untuk sampah kering dan sampah yang dapat didaur ulang, tulis surat kabar itu tanpa menjelaskan mengapa begitu sulit bagi Wu untuk membedakan keduanya.

Seorang penduduk menempatkan sampah rumah tangga yang disortir ke dalam tong sampah di sebuah komunitas di Distrik Jiulongpo di Chongqing, Cina barat daya, 27 Juni 2019. Chongqing telah berupaya untuk mempromosikan pemilahan sampah dalam beberapa tahun terakhir. Sistem klasifikasi sampah mencakup 680.000 rumah tangga dari 1.796 komunitas di 39 jalan dan kota di pusat kota Chongqing. (Xinhua / Liu Chan)

Seorang pelanggan berusaha memilah sampah di kedai makanan laut di Shanghai pada hari Minggu. [Foto oleh Wang Gang / For China Daily]

Seorang pengunjung tempat wisata sedang membuang sampah daur ulang ke Bund, kotak sekat sampah yang membedakan sampah organik dan non organik di tepi sungai di Shanghai, pada 30 Juni 2019. [ Foto / VCG ]

Petugas penegak hukum memeriksa pemilahan sampah di sebuah restoran di Shanghai pada hari Minggu. [ Foto / VCG ]

Khawatir ada kejadian serupa akan berulang, sebuah agen perjalanan di Changsha telah memberikan pelatihan tentang pemilahan sampah kepada pemandu wisata. Pemandu juga akan mengajari wisatawan cara memilah sampah begitu mereka tiba di Shanghai.

Disebutkan, setelah membatalkan rencananya ke Shanghai, Wu memutuskan berlibur ke kota lain di dekat Shanghai.

JOS.