Facebook telah siap meladeni perselisihan hukum dengan seorang guru dari Perancis, Frederick Durand, yang mengajukan tuntutan setelah raksasa media sosial itu menutup akun Facebook-nya gara-gara menampilkan lukisan terkenal abad ke-19 yang menampilkan alat kelamin perempuan. Perselisihan itu dimulai tahun 2011 saat Durand menampilkan sebuah tautan yang termasuk gambar ” L’Origine du Monde “. Durand berpendapat, raksasa teknologi Amerika Serikat itu melangar kebebasan berekspresi.

Dia meminta ganti rugi 20.000 euro ( 22.100 dollar AS ). Awalnya, ia memenangkan kasusnya di pengadilan Paris. Namun, kemudian pengadilan tinggi membatalkan putusan itu pada Maret 2018.

Frederic Durand-Baissas, seorang guru dan pecinta seni asal Paris berusia 57 tahun mengajukan tuntutan ke Facebook karena telah menutup akun pribadinya di facebook. Dalam wawancara dengan Associated Press di Paris pada hari Jumat, Durand minta ganti rugi 22.100 dollar AS. Masalah muncul karena Durand memasang gambar lukisan abad ke-19 yang menggambarkan organ vital wanita di akun facebooknya.

Durand pun mempersiapkan jawaban banding, Kamis ( 1/8/2019 ). Akan tetapi, pengacara Durand, Stephane Cottineau, mengatakan, kesepakatan damai dari Facebook telah dicapai berupa donasi untuk asosiasi seni jalanan Perancis bernama Le Mur. ” Donasi ini mengakhiri perselisihan hukum antara Tuan Durand dan Facebook, ” kata Cottineau tanpa menyebutkan mengapa asosiasi itu yang dipilih dan siapa yang menginisiasi pertama kali perdamaian itu.

Facebook sendiri menolak berkomentar soal perjanjian damai itu. Pada tahun 2015, perusahaan tersebut mengumumkan perubahan aturan bahwa ketelanjangan dalam karya seni yang ditampilkan bisa diterima.

AFP / ADH.