Setiap tahun sekitar Hari St Jacob’s, pria-pria dari wilayah Salzburg, Austria, bergulat di arena alami di puncak gunung Hundstein dalam kontes seni bela diri tradisional – Hundstoa, atau Jakobi Ranggeln. Dalam berita yang diunggah Reuters, Minggu ( 29/72019 ) lalu, disebutkan, tradisi gulat di Celtic yang telah sudah ada sejak lebih dari 500 tahun itu telah masuk dalam daftar warisan budaya UNESCO pada 2010. Seorang pegulat veteran, Guenther Heim, mengatakan, Hundstoa atau Hundstein adalah gunung suci bangsa Celtic yang bermigrasi ke wilayah itu pada abad kelima sebelum Masehi.

Dua pria bertarung gulat tradisional di acara Hundstoa Ranggeln di gunung Hundstein dekat desa Maria Alm. Foto : © Reuters / LISI NIESNERZ

Tahun ini, 90 peserta gulat ambil bagian. Mereka menunjukkan keterampilan  dalam pertarungan di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut ( 6.560 kaki ). Keterampilan yang paling penting dalam gulat diperlukan untuk meraih kemenangan, yakni pegangan yang kuat, berdiri dengan kokoh saat mengadu kekuatan. © Reuters / LISI NIESNER 

Seorang pria bereaksi gembira setelah memenangkan pertarungan di gunung Hundstein dekat desa Maria Alm. Foto : © Reuters / LISI NIESNER 

Miturut Heim, mereka membawa besi, peralatan, domba dan sapi, serta olahraga Raggeln. Perbedaan antara gulat Celtic dan gulat klasik sederhana. ” Orang Yunani dan Romawi bergumul dengan dada telanjang, dan bangsa Celtic dengan pakaian mereka. Ini telah berlangsung sampai hari ini, ” kata Heim.

Anak berusia 6 tahun boleh ambil bagian, tetapi hanya pegulat berusia 19 tahun atau lebih dan dari wilayah Salzburg yang dapat bersaing untuk mendapatkan Hagmoar, yaitu bendera kemenangan.

Reuters / JOS.