Seekor rubah Arktika berjalan menyusuri wilayah sejauh lebih dari 4.415 kilometer, mulai dari Norwegia bagian utara hingga ujung utara Kanada, selama empat bulan. Cerita pengembaraan seekor rubah Arktika itu diungkapkan para peneliti di Norwegian Polar Institute. Melalui artikel riset berjudul ” Sebuah Perjalanan Panjang Seekor Betina Menembus Laut Es, ” para peneliti itu mengungkapkan, rubah betina muda itu meninggalkan tempat kelahirannya di Kepulauan Svalbard, Norwegia, pada 1 Maret 2018 dan tiba di Pulau Ellesmere, Kanada, melalui Greenland, pada 1 Juli 2018.

Rubah Arktik adalah hewan jenis mamalia atau binatang menyusui, status mangsa omnivora atau binatang pemakan segalanya, ukuran panjang tubuh dari kepala hingga pangkal ekor mencapai 18-26,75 inchi (46-68 cm), panjang ekor mencapai 13,75 inchi (35 cm), dan berat tubuh sekitar 6,5-17 lbs (3 sampai 8 kg).

Nuansa alam mereka sangat memungkinkan hewan ini untuk berbaur dengan salju yang terdapat di mana-mana. Ketika pergantian musim, mantel rubah ini ternyata juga bisa menghasilkan penampilan warna coklat atau abu-abu, sehingga ketika musim panas mereka bisa berkamuflase diantara tanaman dan batuan.

Wilayah-wilayah yang dilalui rubah itu adalah wilayah yang paling sering tercatat sebagai tempat rubah Arktika bertempat tinggal dan berkembang biak. Perjalanan rubah itu terpantau melalui peralatan yang terkoneksi satelit dan dipasang di tubuhnya pada Juli 2017 di habitatnya di gletser di Pulau Spitsbergen, Norwegia. Dalam perjalanan tersebut, rubah berusia sekitar dua tahun itu menempuh jarak rata-rata 46,3 kilometer per hari. Berkat adanya laut es, ia bisa mencapai Greenland dan Amerika Utara.

Peneliti kagum bahwa spesies karnivora bertubuh mungil seperti rubah Arktika punya daya tahan berjalan sejauh itu dalam rentang waktu tak lama.

AP / SAM