Kepolisian Salt Lake City dikejutkan oleh telepon dari banyak warga, pekan lalu. Warga salah satu kota di Negara Bagian Utah, Amerika Serikat, itu melaporkan seorang anak menjual bir di depan gereja. Kepala kepolisian setempat, Letnan Tony Ferderber, bergegas mengerahkan bawahannya untuk memeriksa informasi yang meresahkan lingkungan itu.

Di lokasi yang dituju, mereka memang menemukan Seth Parker ( 11 ) sedang berdiri di dekat kotak-kotak pendingin sembari memegang poster. Jika dilihat dari jauh atau secara kurang teliti, posternya bertulis ” Ice Cold Beer “. Setelah dilihat lebih teliti, sebenarnya poster itu berisi tulisan ” Ice Cold Root Beer “.

Dalam foto Selasa, 16 Juli 2019 yang disediakan oleh Departemen Kepolisian Kota Brigham ini, Seth Parker berdiri di tempat minuman soda di Brigham City, Utah yang dia jual. Parker mendapatkan perhatian luas dari media sosial untuk stand soda lingkungannya berkat tanda yang ia pegang yang bertuliskan, “Ice cold beer” dengan “root” di atas kata beer dalam cetakan kecil. Letnan Polisi Kota Brigham Tony Ferderber mengatakan Kamis, 18 Juli 2019, bahwa beberapa warga di kota Utah yang disebut polisi prihatin dengan seorang anak lelaki yang menjual alkohol di depan sebuah gereja. Petugas menyadari bahwa itu hanya taktik pemasaran yang cerdik dan memposting gambar Seth Parker yang berusia 11 tahun di Facebook dengan komentar, “pelintiran pada kios limun.” (Departemen Kepolisian Kota Brigham melalui AP) Kredit: The Associated Press

Petugas Kepolisian Brigham berfoto bersama Seth Parker di depan kios limon.

Kata root ditulis lebih kecil dan ditempatkan di atas kata beer. Tentu saja beer yang beralkohol berbeda dengan root beer, minuman bersoda. Orangtua Parker menyebut, anaknya sangat menggemari minuman bersoda.

Masalahnya, Parker tidak menjual bir ataupun minuman bersoda. Ia menjual es jeruk.

AP / RAZ.