Seorang nelayan Australia, Paul Elliot, begitu berniat mencari seseorang bernama Paul Gilmore. Kepada Australian Broadcasting Corp, Rabu ( 17/7/2019 ), Elliot mengatakan, Gilmore adalah penulis pesan dalam botol yang ditemukannya di pantai Semenanjung Eyre, Australia Selatan. Pesan itu lebih kurang ditulis 50 tahun lalu.

Dalam pesan itu, Gilmore menggambarkan dirinya sebagai bocah lelaki Inggris berusia 13 tahun yang tengah bepergian dengan kapal pesiar yang berlayar di sepanjang pantai selatan Australia, mulai dari Fremantle di barat menuju Melbourne di timur. Ahli kelautan Australia, David Griffin, menduga botol berisi pesan itu awalnya dikubur di pantai selama bertahun-tahun yang kemudian terangkat oleh badai.

Kapal Fairstar berlayar ke Sydney dengan migran baru pada bulan Februari 1970. Paul Gilmore dan keluarganya melakukan perjalanan dengan kapal ini dari Inggris dan Paul menjatuhkan pesan itu di dalam botol ke laut pada bulan November 1969.

Di dalam botol kaca ada pesan dari Paul Gilmore, yang menggambarkan dirinya dalam catatan itu sebagai bocah lelaki Inggris berusia 13 tahun yang bepergian dengan kapal di sepanjang pantai selatan Australia dari Fremantle, WA, ke Melbourne, Victoria. Catatan itu ditulis tangan di atas kertas dengan kop Garis Sitmar ( nama perusahaan kapal ) di bagian atas dan bertanggal 17 November 1969. Di dalamnya Paul mengatakan dia bepergian dengan Fairstar, sebuah kapal yang membawa banyak migran Inggris ke Australia pada1960. Bocah itu mendesak siapa pun yang menemukan catatan untuk membalasnya dan memberikan alamat di Mitcham, Melbourne, tempat ia akan tinggal.

Ribuan migran datang untuk tinggal di Australia dari Inggris, banyak yang tiba di Fairstar seperti yang dilakukan keluarga Gilmore pada tahun 1969. Dalam foto ini dari 27 Oktober 1967, Tuan dan Nyonya P Schlander dan keluarga bersama Tuan dan Nyonya Collighan dan keluarga tiba di Hobart, Tasmania, dari Inggris di Fairstar.

Pesan dalam botol ditemukan oleh Paul Elliot dan putranya Jyah selama perjalanan memancing di pantai selatan Australia (Getty iStock)

Pesan yang ditulis tangan di secarik kertas dalam botol dilempar ke laut 50 tahun lalu, ditemukan Paul Elliot.

“Jika itu dijatuhkan di mana saja di lautan di suatu tempat di selatan Australia, tidak mungkin itu akan tetap berada di laut selama sekitar satu atau dua tahun, ” tulis Griffin. Sebagai catatan, pada 1960-an, ratusan ribu warga Inggris bermigrasi ke Australia.

Namun, setelah beberapa tahun, seperempat dari migran itu kembali ke Inggris. Kehidupan di Australia dinilai tidak memenuhi harapan mereka.

AP / JOS.