Studi terbaru menemukan relasi konsumsi minuman manis dan peningkatan risiko kanker. Temuan itu menambah bukti bahwa membatasi konsumsi minuman manis berkontribusi pada penurunan kasus kanker. Studi oleh Eloi Chazelas dari Sorbonne Paris Cite Epidemiology and Statistics Research Center dan tim itu dipublikasikan di jurnal BJM pada 10 Juli 2019.

Selama ini riset tentang minuman manis dan risiko kanker terbatas. Jadi, tim peneliti berbasis di Perancis itu menilai kaitan konsumsi minuman manis ( dengan pemanis gula dan 100 persen jus buah ), minuman buatan, dengan risiko kanker payudara, prostat, dan kanker usus ( kolorektal ). Temuan mereka berdasarkan survei pada 101.257 orang dewasa Perancis yang sehat ( 21 persen pria, 79 persen perempuan ) usia rata-rata 42 tahun.

Para peneliti telah mendefinisikannya sebagai minuman manis dengan gula lebih dari 5%. Termasuk buah tanpa tambahan gula, minuman ringan, milkshake manis, minuman berenergi dan kopi dengan gula yang diaduk. Tim juga mengamati diet minuman menggunakan pemanis buatan nol kalori, bukan gula tetapi tidak menemukan hubungan dengan kanker. Source :

Para ilmuwan Prancis dengan sample 100.000 responden selama lima tahun, mengatakan, minuman manis termasuk jus buah dan minuman bersoda dapat meningkatkan risiko kanker, sebagaimana diterbitkan dalam British Medical Journal,

Sebailkny sebuah studi yang diterbitkan oleh The BMJ hari ini melaporkan,  hubungan antara konsumsi minuman manis yang lebih tinggi dan kemungkinan   peningkatan risiko kanker. Temuan ini menambah bukti yang menunjukkan bahwa membatasi konsumsi minuman manis, bersamaan dengan pengenaan pajak atas minuman manis, dapat berkontribusi pada pengurangan kasus kanker. Source : Science Daily.

Responden diminta menuntaskan dua kuesioner daring tentang diet mereka. Kuesioner untuk mengukur asupan 3.300 item makakan dan minuman berbeda lalu diikuti selama sembilan tahun ( 2009 – 2018 ). Selama pemantauan, 2.193 kasus kanker didiagnosis dari responden dan divalidasi.

Studi menunjukkan, peningkatan 100 milimeter per hari konsumsi minuman manis terkait kenaikan 18 persen risiko kanker keseluruhan.

Sumber : Kilas Iptek / AIK