Tengkorak manusia modern ( Homo sapiens ) yang hidup 210.000 tahun lalu ditemukan di Yunani. Ini merupakan temuan Sapiens tertua di luar Afrika dan membuka hipotesis baru bahwa nenek moyang manusia mencoba keluar dari Afrika jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Tengkorak ini ditemukan di goa di pantai selatan Yunani pada 1978.

Analisis terbaru oleh tim peneliti dipimpin ahli paleoantropologi, Katerina Harvati dari Universitas Tubingen, Jerman, menemukan tengkorak itu berasal dari Homo sapiens berumur 210.000 tahun lalu dan jadi vosil manusia modern tertua ditemukan di luar Afrika. Di goa yang sama ditemukan fosil Homo neanderthal berumur 170.000 tahun lalu. Hasil temuan baru dipublikasikan di jurnal Nature secara daring pada 10 Juli 2019.

Para penyelidik memindai potongan dari belakang tengkorak hominin kuno ( kanan ) dan merekonstruksi secara digital ( kiri dan tengah ), mengungkapkan tengkorak bulat Homo sapiens, bukan tengkorak Neanderthal yang memanjang.
Fragmen tengkorak dari gua Yunani menunjukkan manusia modern berada di Eropa lebih dari 200.000 tahun yang lalu. Foto : Science / HARVATI CATERINA DAN KARL EBERHARD / UNIVERSITAS TÜBINGEN

Rekonstruksi Apidima 2, yang terlihat seperti tengkorak Neanderthal. Sebuah fragmen tengkorak yang jauh lebih tua, Apidima 1, juga dianggap sebagai Neanderthal, tetapi para ilmuwan sekarang mengatakan itu milik manusia modern. Kredit : Katerina Harvati, Eberhard Karls University of Tübingen

” Beberapa populasi Homo sapiens keluar Afrika jauh lebih awal dan mencapai Eropa daripada perkiraan sebelumnya, ” kata Harvati dalam siaran pers. Temuan fosil Neanderthal berusia lebih muda di tempat yang sama menunjukkan, manusia arkaik itu menggantikan H sapiens pertama di Eropa.

Sumber : Kilas Iptek / AIK.