Kenaikan berat badan terjadi saat asupan energi seseorang melebihi pengeluaran energi. Hampir setengah dari energi tubuh dipakai otak saat masa kanak-kanak. Makalah yang diterbitkan di jurnal Proceedings of National Academy of  Sciences ( PNAS ) menyebut hipotesis kebutuhan energi pada otak terkait risiko obesitas.

Menurut penulis, hal penting lain yang tidak diketahui adalah apakah program yang dirancang untuk merangsang perkembangan otak melalui pengayaan, seperti program prasekolah seperti Head Start, dapat memengaruhi pola penggunaan energi otak. Tujuan utama dari makalah kami adalah untuk memberi perhatian pada kesenjangan dalam pemahaman ini dan mendorong para peneliti untuk mengukur penggunaan energi otak dalam studi masa depan tentang perkembangan anak, terutama yang berfokus pada pemahaman kenaikan berat badan dan risiko obesitas.

Menurut penulis, Christipher Kuzawa of Northwestern University dan Clancy Blair of New York University School of Medicine, ada variasi kebutuhan energi bagi perkembangan otak anak, terkait waktu, intensitas dan lama pemakaian energi. Itu memengaruhi pola pengeluaran energi dan berat badan.

” Energi dibakar tubuh berdampak pada kenaikan berat badan, ” kata Kuzawa, Senin ( 17/6/2019 ). Di usia lima tahun, otak memakai hampir setengah energi tubuh.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / EVY