Konsumsi rutin secangkir kopi berpotensi menstimulasi lemak cokelat, yang menjadi pertahanan pada lemak tubuh, dan kunci mengatasi obesitas serta diabetes. Studi awal tim peneliti dari University of Nottingham yang dipublikasikan di jurnal Scientific Report, Jumat ( 28/6/2019 ), pertama kali dilakukan demi menemukan komponen pemicu produksi lemak cokelat yang berperan membakar kalori tubuh. Sementara lemak putih adalah hasil dari menyimpan kalori.

Tubuh kita memiliki dua jenis lemak. Lemak putih, yang menyimpan kalori berlebih, dan lemak coklat, yang menghasilkan panas tubuh dengan membakar kalori. Kelebihan dari keduanya menyebabkan orang menjadi gemuk, sementara orang lain tetap langsing. Profesor Michael Symonds, dari School of Medicine di University of Nottingham yang turut memimpin penelitian ini mengatakan,  ” Lemak coklat bekerja dengan cara yang berbeda dengan lemak dalam tubuh Anda dan menghasilkan panas dengan membakar gula dan lemak, seringkali sebagai respons terhadap dingin. Meningkatnya aktivitas kontrol gula darah serta meningkatkan kadar lemak darah dan bantuan ekstra dengan penurunan berat badan. Namun, sampai sekarang belum ada yang menemukan cara yang dapat diterima untuk merangsang aktivitasnya pada manusia. “

Prof Michael Symond dari Sekolah Kedokteran di University of Nottingham, yang turut memimpin studi itu, menyatakan, ” Secangkir kopi memiliki efek langsung pada fungsi lemak cokelat. ” Pencitraan termal digunakan untuk melacak cadangan lemak cokelat di tubuh.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / EVY.