Seorang remaja, Susan Ortegon, merawat robot bayi di sebelah saudara sepupunya yang masih bayi di rumahnya, di Caldas, Kolombia, 19 Mei lalu. Para siswa sekolah di Caldas mengambil bagian dalam program sukarela menggunakan simulator bayi untuk mengurangi tingkat kehamilan di usia remaja.

Remaja Kolombia berperan seakan menjadi orang tua bayi robot di ruang kelas yang sedang berlangsung pelajaran tentang pendidikan seks bagi remaja di Caldas, Antioquia, Kolombia. Foto : Joaquín Sarmiento / AFP / Getty Images

Siswa remaja Susan Ortegon, sedang berjalan sambil membawa bayi robot di sekitar lingkungan tempat tinggalnya di Caldas, Antioquia, Kolombia pada 19 Mei 2019. Anak-anak sekolah di Caldas, Kolombia, mengambil bagian dalam program sukarela menggunakan simulator bayi robot, sebuah boneka karet dengan perangkat lunak bawaan, diprogram seperti bayi yang menangis begitu dilahirkan. Bayi robot juga diberi makan, popoknya diganti dalam dekapan hangat. Hal ini dipraktekkan dalam upaya untuk mengurangi tingkat kehamilan remaja yang tinggi di kota berpenduduk 78.000 orang. Simulasi bayi robot digunakan setidaknyadi  89 negara lain dan sedang dimasukkan dalam proyek sosial pemerintah daerah yang mencakup lokakarya, pekerjaan keluarga dan kelas pendidikan seks bagi remaja. Foto : AFP / Joaquin Sarmiento

Boneka karet itu dilengkapi perangkat lunak yang diprogram untuk berperilaku seperti bayi baru lahir yang menangis saat ingin diberi susu ibu atau diganti popoknya.

Sumber : Kilas Iptek Kompas.