Ini bukan kisah sinetron. Zhu Xiaojuan, warga Chongqing, harus kembali menelan pil pahit lantaran anak yang dibesarkannya ternyata bukan anak kandungnya. Ia pun menuntut kompensasi dari pihak terkait di Provinsi Henan, China. Mengapa bisa terjadi?

KIsahnya berawal pada tahun 1993 ketika anak laki-laki Zhu diculik pengasuh yang menjaganya. Selang tiga tahun kemudian, Zhu diberi tahu kemungkinan putranya berada di sekelompok anak yang diselamatkan biro keamanan publik Provinsi Henan setelah mereka menangkap sekelompok penyelundup anak. Sebagaimana diberitakan Cover News, Minggu – dan dikutip Globaltimes.cn, Senin ( 10/6/2019 ) – Zhu pun segera bersatu kembali dengan ” anaknya ” setelah Pengadilan Tinggi Rakyat Henan mengonfirmasi kecocokan biologis mereka.

Namun, kisah bahagia itu berujung nestapa. Pada tahun 2018, mantan pengasuh itu mengaku kepada polisi bahwa dia telah membesarkan putra Zhu, Liu. Kasus penculikan itu pun dibuka kembali.

Liu Jinxin. anak biologis Zhu Xiaojuan saat hilang di tahun 1992. Foto : Sohu.

Pertemuan mengharukan antara Zhu Xiaojuan dengan anak laki biologisnya, Liu Jinxin yang hilang sejak tahun 1992. Foto : Sohu.

Tes DNA terbaru menunjukkan, Liu adalah putra biologis Zhu. Terkait hal itu, Zhu pun menuntut kompensasi sebesar hampir tiga juta yuan atau setara dengan Rp 6,2 miliar pada Pengadilan Tinggi Rakyat Henan.

Meskipun pihak pengadilan mengakui bahwa tes DNA pada tahun 1995 tidak tepat, lembaga itu tidak bersedia memberikan kompensasi yang diminta Zhu. Proses perkara itu masih berlangsung.

JOS.