Asupan kolesterol moderat atau konsumsi satu telur per hari tak terkait meningkatnya risiko stroke. Hasil studi University of Eastern Finlandia itu dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition, Senin ( 20/5/2019 ). Relasi pada pembawa fenotipe APOE4, yang memengaruhi metabolisme kolesterol, efek asupan kolesterol pada kadar kolesterol serum besar.

Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa  kekhawatiran atas konsumsi telur dan hubungannya dengan penyakit jantung terbukti salah tempat beberapa tahun yang lalu, Tapi bagaimana dengan risiko stroke yang lebih tinggi?
Sebuah studi kecil dari University of Eastern Finland telah menunjukkan bahwa asupan diet tinggi kolesterol atau konsumsi satu telur per hari, tidak berhubungan dengan peningkatan risiko stroke.

Diet yang dijalani 1.950 pria usia 42-46- tahun tanpa diagnosis penyakit kardiovaskular pada awal studi faktor risiko penyakit jantung iskemik kuopio pada 1984-1989 di University of Eastern Finlandia. Hasilnya, asupan telur tak terkait risiko stroke, termasuk pembawa APOE4.

Sumber : Kilas Iptek / Sciendaily / EVY.