Ini cerita unik, sekaligus menggelikan, di balik ingar-bingar pemilu di India yang digelar dalam tujuh tahap selama sebulan lebih, 11 April – 19 Mei. Mani Bhusan Sharma, bakal calon anggota legislatif, pada 1 Mei lalu dijerat polisi dengan dakwaan berbuat kejam kepada binatang. Gara-garanya, ia naik keledai – meski hanya berjarak pendek – untuk menyerahkan formulir pencalonannya ke kantor komisi pemilu di kota Jehanabad, Negara Bagian Bihar, India bagian timur.

” Kami ajukan kasus ini kepada politisi itu berdasarkan ( aturan ) pencegahan kejahatan terhadap binatang, ” kata Shree Maneesh, Kepala Kepolisian Jehanabad. Maneesh tidak memerinci detail dakwaan itu. Di India, mengendarai keledai adalah hal biasa.


Kandidat independen Mani Bhushan Sharma tiba di kantor pemilihan lokal di Jehanabad, di negara bagian Bihar, India, dengan naik keledai untuk mengajukan dokumen pencalonannya sebagai calon legislatif untuk pemungutan suara nasional. Tetapi Polisi India mendakwa dia berlaku kejam terhadap hewan. 

Sharma membela diri atas tindakannya. Hal itu, kata dia, tindakan simbolis untuk memperlihatkan derita rakyat kecil.

Bak jatuh tertimpa tangga, pencalonan Sharma ditolak karena masalah ketidaksesuaian data dalam dokumennya. Untuk kelima kalinya, ia gagal menjadi caleg.

AFP / SAM .