Beberapa peneliti mengidentifikasi satu spesies mamalia raksasa dari tulang-tulang di penyimpanan sebuah museum di Kenya. Demikian diberitakan BBC.com, Kamis ( 18/4/2019 ). Dalam pemberitaan itu, spesies temuan tersebut dikenal dengan nama lokal Simbakubwa Kutokaafrika yang berarti singa besar Afrika.

Spesies singa purba Afrika, dijuluki “Simbakubwa kutokaafrika” yang berarti “singa besar Afrika” di Swahili. Hidup berkeliaran di Afrika timur sekitar 20 juta tahun yang lalu. Makhluk besar itu sekarang menjadi bagian dari kelompok mamalia yang punah yang disebut hyaenodonts. Foto ilustrasi  : AFP

Rahang makhluk singa besar Afrika dan tulang serta gigi lainnya disimpan di museum Kenya setelah ditemukan di sebuah galian di Kenya barat pada akhir 1970-an. Borths bekerja sama dengan peneliti lain, Nancy Stevens, dan pada 2017 mereka mulai menganalisis spesimen fosil yang tidak biasa itu. Temuan mereka dilaporkan dalam Journal of Vertebrate Paleontology minggu ini . Foto : Matthew Borths / Nancy Stevens

Spesies ini tersebar di Afrika Timur, sekitar 200 juta tahun lalu, termasuk grup mamalia hyaenodon yang sudah punah dan memiliki susunan gigi mirip dengan hyena di zaman sekarang. ” Dari giginya yang amat besar, Simbakubwa merupakan karnivora besar karena ukurannya lebih besar secara signifikan ketimbang singa modern dan mungkin lebih besar dari beruang kutub, ” ujar peneliti Matthew Borths kepada kantor berita AFP.

Sumber : Kilas Iptek / BBC.COM / ISW.