Aliran listrik yang tepat bisa dijadikan stimulan untuk meningkatkan memori kerja otak seseorang. Dengan stimulasi itu, orang berusia 60-70 tahun bisa punya memori kerja layaknya orang berumur 20 tahun. Efek itu bertahan setidaknya hingga 50 menit setelah stimulasi.

Metode stimulan aliran listrik itu didapat dari studi tim peneliti Universitas Boston, Amerika Serikat, yang dipublikasikan di jurnal Nature Neuroscience, Senin ( 8/4/2019 ). Memori kerja ialah bagian otak penyimpan informasi sementara dan memori jangka pendek. Fungsi memori kerja turun seiring bertambahnya usia.


Stimulasi listrik dulunya merupakan pilihan terakhir bagi otak. Terapi elektrokonvulsif, misalnya, depresi berat hanya setelah terapi lain gagal.
Tetapi zaman berubah dan sekarang kita menemukan diri kita berada di era stimulasi otak yang lembut dan non-invasif. Elektroda telah terbukti secara aman mempengaruhi otak dengan gejala lembut listrik dan sedang diuji untuk penyakit Alzheimer, mengurangi gangguan kompulsif obsesif, dan bahkan meningkatkan penyimpanan memori.

Prof Robert Reinhart memiliki makalah baru yang terbit di PNAS. Dalam penelitiannya, ia telah mampu mengatur atau menurunkan kinerja kognitif melalui stimulasi otak non-invasif pada kesehatan manusia. Digambarkan di sini dengan beberapa peralatan termasuk stimulator arus listrik kranial definisi tinggi.
Foto oleh Cydney Scott untuk Fotografi Universitas Boston.

” Dengan stimulasi otak, kita bisa mengembalikan fungsi memori kerja otak lebih baik seperti saat masih muda, ” kata salah satu peneliti, Robert  MG Reinhart. Riset itu diharapkan menjawab soal lansia yang beraktivitas sehari-hari di tengah terbatasnya memori kerja.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.