Jangan membiasakan kentut sembarangan. Gara-gara urusan kentut, dua warga Australia beperkara hingga pengadilan. Ini kasus lama, tetapi dibicarakan lagi karena ada keputusan pengadilan banding di Negara Bagian Victoria, Jumat ( 29/3/2019 ).

Pengadilan menolak dakwaan perundungan yang diajukan David Hingst ( 56 ) terkait ulah mantan supervisornya, Greg Short, yang kerap mengentutinya saat Hingst bekerja di perusahaan Construction Engineering, Mei 2008 hingga 2009. Di pengadilan, Hingst menyampaikan, ia terpaksa pindah kantor untuk menghindari kentut Short. Short biasa masuk ke ruang kerja Hingst yang sempit tanpa jendela dan kentut berkali-kali.

Pengadu atas penindasan di tempat kerja, David Hingst menutupi wajahnya ketika dia meninggalkan Pengadilan Banding di Melbourne, Australia Jumat, 29 Maret 2019. Pengadilan Banding Australia pada hari Jumat menolak kasus penindasan yang dibawa oleh insinyur Hingst yang menuduh mantan supervisornya, Greg Hingst atas tindakannya, kentut berulang-ulang di ruang kerja David Hingst.

” Dia biasa kentut di belakang saya dan pergi. Bisa lima atau enam kali sehari, ” ujar Hingst yang mengaku harus kerap menyemprotkan deodoran untuk mengusir bau. Pengadilan menyatakan, meski boleh jadi Short memang mengentuti Hingst, tindakan itu tidak bisa dikategorikan perundungan.

Hingst juga tak mampu membuktikan perusahaan lalai, sehingga bisa dituntut membayar kompensasi 1,8 juta dollar Australia. Hingst tak menyerah. Ia akan banding lagi, ke pengadilan banding terakhir. Wah…..

AP / SAM.