Pagar yang baik membuat tetangga baik. Pepatah lama gubahan penyair Amerika, Robert Frost ( 1874-1963 ), ini ada benarnya. Gara-gar pagar rumah, dua orang bertetangga di Santa Rosa, California, AS, berantem.

Tak terima dengan protes tetangganya soal pagar halaman belakang rumahnya yang dinilai terlalu tinggi, Jason Windus memajang maneken-maneken telanjang di halaman belakang seolah terlihat seperti orang sedang pesta telanjang di kebun. ” Telah disiapkan kursi bagi tetangga berisik yang komplain soal pagar saya ke ( pemerintah ) kota, ” tulis Windus di kertas di dekat maneken-maneken itu. Ribut soal pagar ini bermula saat Windus membangun pagar setinggi 2 meter untuk mencegah agar anjingnya tidak melompat keluar dari halaman rumah.

Pemilik rumah Jason Winduce memasang tanda yang ditulisnya agar tidak tertiup angin, Senin, 18 Maret 2019, setelah ia memasang pajangan boneka maneken telanjang di halaman belakang rumahnya di Santa Rosa. Ia memasang maneken setelah tetangga mengeluh bahwa pagar setinggi enam kaki adalah pagar yang melanggar peraturan kota. Akhirnya Winduce harus memotong pagar hingga ke lelbih rendah. (Kent Porter / Demokrat Pers) 2019

Pajangan manekin di luar rumah Jason Windus di Santa Rosa. (JASON WINDUS)

Akibat protes tetangganya, ia dikirim surat peringatan pemerintah kota agar menurunkan tinggi pagar – sesuai aturan – menjadi 1 meter. ” Mereka ingin saya menurunkan pagar agar bisa melihat isi halaman saya, kini mereka telah mendapatkannya, ” kata Windus.

Frost benar : pagar bisa menentukan baik-buruknya hubungan tetangga.

AP / SAM.