Kejadian ini mirip dengan kisah Nabi Yunus dalam kitab suci. Rainer Schimpf ( 51 ), ahli konservasi laut, berhasil bertahan hidup setelah terperangkap dalam rahang seekor paus. Saat itu, Schimpf tengah memfilmkan jutaan ikan sarden di lepas pantai Port Elizabeth, sebuah kota di Afrika Selatan.

Kepada AFP, Schimpf mengatakan, tiba-tiba dari kedalaman laut yang gelap datang seekor paus bryde sambil membuka mulutnya menelan gerombolan besar sarden dan semua yang ada di depan jalur lintas bryde. Schimpf yang berada tak jauh dari gerombolan besar sarden itu pun ikut tersedot dan separuh tubuhnya telah berada di dalam mulut paus itu. Peristiwa itu terjadi pada Februari lalu.

Peristiwa yang menimpa seorang ilmuwan Rainer Schimpf, mengingatkan pada kisah Nabi Yunus yang tubuhnya tertelan paus di laut lepas.  Namun, tubuh sang ilmuwan tidak sepenuhnya tertelan oleh paus, melainkan hanya sebagian saja.
Kejadian ini cukup membuat gempar orang-orang di sekitar lokasi kejadian. Peristiwa bermula ketika jutaan ikan sarden muncul di perairan dingin Agulhas Bank. Mereka biasanya jadi santapan empuk burung, lumba-lumba, anjing laut, dan berbagai binatang laut lain. Rainer Schimpf lalu mendokumentasikan gerombolan sarden yang tersedot mulut paus bryde. Naas baginya, ia pun ikut tersedot ke dalam mulut paus.

Dalam berita yang diunggah di AFP, Senin ( 11/3/2019 ), disebutkan, Silke – istri Schimpf – dan seorang fotografer menyaksikan dengan ngeri dari kapal yang mereka sewa. ” Paus itu secara tak sengaja memasukkan saya ke dalam mulutnya bersama dengan makanan utamanya, ikan sarden, ” kata Schimpf. Berbeda dari kisah Nabi Yunus yang terjebak selama tiga hari dalam perut Paus, apa yang dialami Schimpf hanya terjadi dalam hitungan detik.

” ( Lalu ) paus itu menyadari kesalahannya dan membuka mulutnya untuk melepaskan saya. Saya hanyut dengan apa yang terasa seperti berton-ton air dari mulutnya, ” kata Schimpf.

AFP / JOS.