Pemanasan global berdampak pada meningkatnya cuaca ekstrem dan penyebaran penyakit menular. Suhu naik menyebabkan lalat lebih aktif dan jelajahnya meluas sehingga penyebaran bakteri penyebab bakteri meluas. Kajian oleh para ahli epidemiologi dari Universitas Waterloo di Kanada itu dipublikasikan di jurnal Royal Society Open Science, 13 Februari 2019, dengan penulis utamanya Melanie Cousins.

Kasus keracunan makanan bisa melonjak karena kenaikan suhu pemanasan global membawa segerombolan lalat yang menularkan penyakit.  Menurut penelitian baru, jika emisi gas rumah kaca terus pada meningkat saat ini, populasi lalat diperkirakan bertambah dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat dalam beberapa dekade mendatang. Hal ini disebabkan karena cuaca yang berubah menciptakan kondisi yang sempurna untuk serangga berkembang biak. © Provided by Independent Digital News & Media Limited

Riset itu dilakukan Cousins dan timnya dengan simulasi komputer. Hasilnya, lonjakan cuaca memacu aktivitas lalat rumah yang membawa Campylobacter terutama disebabkan makanan terkontaminasi lalat. Peneliti memakai data infeksi Campylobacter di Ontario, Kanada, pada 2005.

Dengan skenario kenaikan suhu 2,5 derajat celsius, kasus infeksi Campylobacter di Ontario akan naik 28 persen pada 2050.

Sumber : Kilas Iptek / AIK.